2026-08-07 HaiPress


JAKARTA, iDoPress - Ruangan yang diduga menjadi lokasi praktik modus lowongan kerja bodong di salah satu gedung, Jatinegara, Jakarta Timur, telah kosong, Jumat (7/8/2026) pagi.
Berdasarkan pemantauan iDoPress di lokasi, tidak terlihat aktivitas perekrutan maupun orang-orang yang sebelumnya menawarkan lowongan pekerjaan kepada para pelamar.
Ruangan tersebut tampak sepi dengan hanya menyisakan beberapa kursi lipat.
Selain itu, sebuah tempelan bertuliskan "Ruang Interview" masih tertempel di pintu.
Di lokasi tidak ditemukan petugas yang sebelumnya mengaku sebagai pihak pembuka lowongan pekerjaan.

iDoPress/Muhammad Wildan Alghofari Tulisan “Ruang Interview” di gedung lokasi Lowongan kerja bodong di salah satu gedung Jatinegara, Jakarta Timur.
Mereka disebut telah berpindah dari gedung tersebut.
Di lokasi, iDoPress bertemu salah satu korban bernama Nurhayani.
Ia kembali datang untuk meminta kejelasan setelah sekitar sepekan tidak menerima kabar meski telah menyetorkan uang Rp 1 juta sebagai deposit seragam.
Nurhayani mengatakan, awalnya yakin karena proses perekrutan berlangsung meyakinkan dan dijanjikan langsung bekerja setelah membayar biaya seragam.
"Dia bilang kalau langsung deposit Rp 1 juta, langsung dapat seragam, sepatu, celana. Terus Senin besoknya kerja, nanti tanggal 3 sekalian gajian sama uang depositnya turun," ujar Nurhayani saat ditemui iDoPress di lokasi, Jumat (7/8/2026).
Namun, setelah membayar Rp 1 juta, Nurhayani kembali diminta menambah uang Rp 900.000.
Lowongan yang ia lamar menggunakan nama usaha Golden Cake dengan posisi kasir.
Sementara setelah ditelusuri oleh iDoPress, profil yang menawarkan lowongan tersebut kini berubah menjadi Golden Cizz.
Korban lain, Fajri (22), mengaku istrinya melamar posisi pramusaji dengan nama usaha Aura Kitchen Resto, tetapi juga diminta membayar uang seragam setelah dinyatakan diterima.
Fajri mengatakan, ia mulai curiga karena proses perekrutan berlangsung sangat cepat dan lokasi interview terlihat tidak meyakinkan.
"Pas masuk ternyata memang tempatnya enggak meyakinkan. Saya tanya ke tukang parkir, katanya hampir setiap hari ada yang interview di situ. Nah, sudah mulai tambah enggak yakin kita," ujar Fajri saat dihubungi iDoPress melalui sambungan telepon, Kamis (6/8/2026).
Fajri kemudian mengunggah pengalamannya ke media sosial agar masyarakat tidak menjadi korban dengan modus serupa.
"Kita viralkan biar orang tidak ada yang kena lagi. Kita memang rugi ongkos, waktu, sama tenaga," ucap Fajri.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
08-07
08-07
08-07
08-07
08-07
08-07
08-07
08-07
08-07
08-07