Rumah Manajemen hotel Pendidikan orangtua-anak Sintesis berita Bisnis Teknologi Mobil hidup Pakaian fashion Kehidupan Peristiwa game Hiburan Perumahan Brigade Budaya Kesehatan Makanan Keuangan Cerdas Olahraga Pendidikan

Sampah Menggunung di Depan SDN Kedaung Kali Angke Jakbar Ganggu Akses Mobil MBG

2026-08-07 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Tumpukan sampah yang berada di RT 04 RW 03 Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, disebut mengganggu aktivitas keluar masuk mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) menuju sekolah.

Adapun sekolah yang dituju, yakni SDN Kedaung Kali Angke 03 yang lokasinya tidak lebih sekitar 30 meter dari lokasi penumpukan sampah.

"Terutama untuk MBG nih ya, ada mobil MBG masuk sini, jadi enggak bisa lewat sini, jadi harus lewat sana (jalan sebelah)," kata Lurah Kedaung Kali Angke, Muchamad Ghufri Fatchani kepada wartawan di lokasi, Jumat (7/8/2026).

Beruntung, tidak terjadi keterlambatan penyaluran MBG kepada siswa sekolah tersebut meski aksesnya terdampak tumpukan sampah.

Namun keresahan utama bukan pada terlambat atau tidaknya MBG tiba di sekolah, tetapi lingkungan yang sehat dan nyaman, terutama ketika anak-anak menyantap makanan.

Seperti yang diresahkan seorang wali murid siswa kelas 3 di SDN Kedaung Kali Angke 03, Dina.

"Ada MBG, kadang kita makan kan di lapangan tuh. Kan enggak etis aja tiba-tiba ada laler gitu yang dari sampah. Percuma MBG-nya bagus (bergizi), tapi lingkungan di sekolahnya enggak bagus (bersih), sama aja," ucap Dina.

Karena itu ia berharap sampah di TPS dekat sekolah anaknya dapat segera dikelola dengan baik. Bahkan jika bisa, lokasinya dipindahkan tidak berdekatan dengan sekolah.

"Iya, diperbaiki, dipindahkan lah kalau bisa, jangan di sini," ujar Dina.

Bau menyengat

Di sisi lain, menurut Lurah Ghufri, dampak dari penumpukan sampah di lokasi itu, masyarakat mengeluhkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas mereka.

Sejauh ini, ia memastikan terkait masalah kesehatan warga, belum ada laporan warga yang sakit dampak adanya penumpukan sampah di kawasan itu.

"Alhamdulillah kalau untuk kesehatan enggak ada, tapi kalau masalah bau iya (mengeluhkan)," kata Ghufri.

Ghufri mengatakan, lokasi ini sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) untuk warga khususnya di RW 03.

"Ini sebenarnya dari turun-temurun, sudah lama sekali merupakan tempat pembuangan sampah dari satu RW, yaitu RW 3. Ini tanahnya milik Departemen Agama," katanya.

Ia menyampaikan, lokasi itu sebelumnya telah dibersihkan karena lahan yang disebut akan digunakan oleh pihak Kementerian Agama.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Jaringan Jurnal Indonesia      Hubungi kami   SiteMap