2026-04-24 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Di tengah ramainya perbincangan ketakutan anak muda akan pernikahan di kalangan anak muda akibat himpitan ekonomi, sejumlah pasangan generasi Z di Jakarta Barat justru percaya diri menikah di usia muda.
Bagi mereka, menikah di usia awal 20-an bukan menjadi sebuah beban yang menakutkan, melainkan sebuah langkah untuk merintis kehidupan dan belajar bersama.
Salah satunya dialamiSalsabila Shofia (20), perempuan asal Jembatan Besi, Tambora.
Ia justru merasa kehidupan setelah menikah sangat menyenangkan dan tidak semenakutkan narasi yang beredar di media sosial sebelumnya.
"Enggak (seram) sih, karena kan nikah itu seru ya. Misalnya karena yang biasanya pulang malam ditelepon-teleponin, sekarang mah ya sudah, pulang malam sudah tinggal berdua, mau ke mana-mana bareng. Memulai hidup baru. Pokoknya jangan takut menikah, karena menikah tuh enggak seseram itu," ujar Salsabilasaat ditemui iDoPress di lokasi nikah massal di Jakarta Barat, Jumat (24/4/2026).
Salsabila yang sudah menikah sejak September 2025 menyebut salah satu hal yang wajib dilakukan saat berumah tangga adalah saling mengerti dan saling terbuka dengan pasangan.
Terutama, saat menghadapi kondisi krisis ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok seperti yang tengah terjadi saat ini.
"Tergantung pengeluarannya saja, dijaga, diatur sebijak mungkin lah. Yang penting saling terbuka saja antara suami dan istri. Itu saja sih, saling ngerti gitu," tutur Salsabila.
Hal serupa disampaikan Danu (21) dan Marsya (20), pasangan muda asal Cengkareng, Jakarta Barat.
Pasangan muda ini baru saja mengikuti acara Resepsi Pengesahan Perkawinan atau Isbat Nikah massal yang difasilitasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat.
Sebelumnya, mereka telah melangsungkan pernikahan secara agama pada awal tahun 2025.
"Perasaannya sih senang saja, sudah resmi secara negara dan agama. Jadi kayak sudah bebas gitulah, mau ke mana juga sudah bebas. Iya, sudah sah soalnya," ujar Danu.
Danu mengaku mengetahui banyaknya anak muda yang saat ini takut akan pernikahan karena berbagai faktor, mulai dari besarnya tanggung jawab dan tantangan ekonomi.
Ia sudah siap menghadapi segala tantangan untuk menjalani kehidupan baru sebagai seorang suami, termasuk memenuhi kebutuhan sang istri dengan meneruskan usaha milik orangtuanya.
"Ya enggak gimana-gimana sih, jalani aja sebagaimana semestinya. Usahakan apa yang ada, pokoknya prinsipnya usaha semaksimal mungkin, Insya Allah ada rezekinya deh," kata dia.
04-24
04-24
04-24
04-24
04-24
04-24
04-24
04-24
04-24
04-24