Rumah Manajemen hotel Pendidikan orangtua-anak Sintesis berita Bisnis Teknologi Mobil hidup Pakaian fashion Kehidupan Peristiwa game Hiburan Perumahan Brigade Budaya Kesehatan Makanan Keuangan Cerdas Olahraga Pendidikan

Pendangkalan Muara Dinilai Jadi Penyebab Munculnya "Pulau Sampah" di Muara Angke Jakut

2026-06-08 HaiPress

JAKARTA, iDoPress -Sejumlah nelayan di Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, menilai pendangkalan muara menjadi penyebab utama sampah menumpuk hingga membentuk gundukan yang menyerupai pulau di kawasan tersebut.

Mereka mengatakan sedimentasi membuat aliran air melambat sehingga sampah yang terbawa arus mudah tersangkut dan terus menumpuk di lumpur.

Ano (45), nelayan sekaligus warga Kali Adem, mengatakan kondisi tersebut berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu saat aliran air di muara masih lebih lancar.

"Dulu memang enggak ada begitu (sampah nyangkut di lumpur). Zaman saya dulu itu yang sampah-sampah bisa ke laut, bagian yang cepat kandas begitu enggak ada," kata dia saat ditemui iDoPress, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, sampah yang terbawa arus kini tersangkut di area yang mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut diperparah oleh lumpur yang terus mengendap di lokasi yang sama.

"Kalau di sananya (muara) kandas, ya air makin lambat. Makin lambat di kali sini kan gudangnya sampah nih ibaratnya. Ya jadi lambatnya air, sampah pada nyangkut di situ," tutur dia.

Ano mengungkapkan, jalur perairan di muara juga semakin menyempit dibanding sebelumnya.

"Kalau dulu lebar. Biarpun ibaratnya hari ini kandas, besok tuh lancar, besok entar buyar lagi sampahnya. Kalau sekarang, kalau makin kandas ya kandas terus udah. Makin sempit-makin sempit, jalan kali itu jadi enggak lancar airnya," ungkap dia.

Senada, nelayan Kali Adem lainnya, Yudi (bukan nama sebenarnya), mengatakan sedimentasi dan sampah merupakan persoalan yang berulang, terutama saat musim hujan.

"Soalnya kalau air kalinya kencang, musim hujan, Bogor (kiriman air) kencang, cepet dangkalnya. Karena dari atas bawa lumpur. Lumpur ya sampah," kata dia saat ditemui iDoPress, Senin.

Menurut Yudi, pendangkalan membuat jalur pelayaran nelayan menjadi semakin sulit dilalui.

Ia menilai kebutuhan utama nelayan bukan memperlebar muara, melainkan memperdalam jalur keluar-masuk kapal.

"Kita mah enggak perlu lebar, yang penting agak dalam aja gitu jalur. Jadi enak walaupun air kali kencang, kalau rada dalam kan enggak kandas nih si baling-baling, enggak kena plastik di dasar gitu," jelas dia.

Para nelayan berharap pengerukan muara Kali Adem dapat dilakukan secara rutin dan lebih menyeluruh agar aliran air tetap lancar serta sampah tidak kembali menumpuk di lokasi yang sama.

Sebelumnya diberitakan, tumpukan sampah muncul di perairan Muara Angke, Jakarta Utara, tepatnya di depan jalur kapal Kali Adem.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Jaringan Jurnal Indonesia      Hubungi kami   SiteMap