Rumah Manajemen hotel Pendidikan orangtua-anak Sintesis berita Bisnis Teknologi Mobil hidup Pakaian fashion Kehidupan Peristiwa game Hiburan Perumahan Brigade Budaya Kesehatan Makanan Keuangan Cerdas Olahraga Pendidikan

Dari Gang Sempit Depok, Bisnis Parkir Rp 5.000 Ini Diam-diam Raup Jutaan Tiap Bulan

2026-04-30 HaiPress

DEPOK, iDoPress – Kawasan sekitar Stasiun Depok Baru, Kota Depok, dipenuhi deretan sepeda motor yang terparkir rapat di sepanjang gang-gang sempit.

Berbagai papan dan spanduk jasa penitipan motor tampak mencolok, dengan tulisan seperti “Penitipan Motor 24 Jam”, “Bisa Nginap”, hingga tarif mulai Rp 5.000 per hari.

Di salah satu titik di Jalan Arif Rahman Hakim, Bambang (bukan nama sebenarnya) berdiri di antara ratusan motor yang tertata rapat.

Ia tampak hafal betul kendaraan milik pelanggan mana yang baru datang, mana yang akan diambil sore nanti.

Bambang bukan pemain baru. Ia telah menjalankan usaha penitipan motor selama 15 tahun, sejak kawasan tersebut belum seramai sekarang.

“Udah 15 tahun,” kata Bambang saat ditemui iDoPress, Rabu (29/4/2026).

Ia mengingat, saat awal merintis, lahan parkir di dalam stasiun masih terbatas, sementara kebutuhan warga terus meningkat.

Bambang menjadi salah satu pelopor jasa penitipan motor di kawasan itu, bermodalkan sewa ruko.

“Kalau buat usaha udah enggak jalan gitu, jadi bukan usaha beginian ya. Karena orang lebih butuh tempat motor,” kata dia.

Seiring waktu, kawasan sekitar stasiun berkembang pesat. Titik penitipan motor bermunculan, persaingan pun semakin ketat.

Namun, Bambang mengaku usahanya tetap ramai berkat pelanggan setia.

“Pelanggan tetap semua. Kalau Senin sampai Jumat itu pelanggan kita, dia (pelanggan) turun kereta radius 100 meter saja kita tahu. Motornya yang mana,” ujarnya.

Menurut Bambang, kunci bertahan bukan sekadar lokasi strategis, melainkan kepercayaan. Ia bahkan meninggalkan sistem tiket dan mengandalkan ingatan.

“Dulu kita pakai nomor... Tapi banyak yang jatuh di kereta, nanti kan salah orang yang ngambil. Mendingan kita ngehadal orangnya,” ucap Bambang.

Dengan cara itu, ia mampu mengenali wajah pelanggan, jenis motor, hingga jam pulang mereka.

Untuk tarif, Bambang mematok Rp 5.000 dari pukul 05.00 hingga 24.00. Jika menginap, tarifnya Rp 15.000.

“Jam 5 pagi sampai jam 12 malam itu cuma Rp 5.000. Tapi kalau nginep Rp 15.000,” ujarnya.

Mayoritas pelanggan adalah pekerja yang berangkat ke Jakarta. Sebagian lainnya adalah warga Depok dengan kebutuhan parkir harian.

“Pekerja, kadang yang enggak pulang, kadang yang pulang kampung,” kata Bambang.

Ia bahkan pernah menerima motor yang dititipkan hingga sebulan. Namun, kondisi itu kerap berujung negosiasi karena keterbatasan biaya pelanggan.

“Kalau sudah sebulan, pembayarannya itu sudah enggak jelas lagi,” kata dia.

Dalam operasional, Bambang dibantu satu karyawan dengan sistem shift agar layanan berjalan 24 jam.

“Pagi anak (karyawan) buka jam lima... Nanti dia datang jam 12.00 WIB, saya istirahat sampai jam 16.00 WIB,” ujarnya.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
© Hak Cipta 2009-2020 Jaringan Jurnal Indonesia      Hubungi kami   SiteMap